Jumat, 09 April 2010

Pemasaran Kredit Gadai Cepat dan Aman (KCA) Perum Pegdaian

MARKETING MIX DAN STP KREDIT GADAI CEPAT dan AMAN (KCA) PERUM PEGADAIAN

A. LANDASAN TEORI

a. Segmentation, Targeting, and Positioning (STP)

Para pemasar produk dan perusahaan periklanan terus menerus memantau pasar untuk melihat kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok konsumen dan bagaimana merka dapat dipuaskan secara lebih baik. Salah satu teknik yang mereka gunakan adalah segmentasi pasar. Tujuan penggunaan segmentasi pasar adalah untuk memungkinkan satu pemasar merancang bauran pemasaran yang lebih tepat dalam menjawab kebutuhan para konsumen di segmen pasar tertentu. Satu segmen pasar terdiri dari individu, kelompok, atau organisasi dengan satu atau lebih karakteristik serupa. Segmentasi pasar dapat dikelompokan menjadi empat kategori: demogafi, geografi, behavioristis, dan psikografis (Chandra, 2008).

Pemasar kemudian dapat memilih satu atau lebih segmen pasar yang dapat dimasuki produk yang akan dipasarkan. Segmen yang dipilih tersebut merupakan target pasar dari produk pemasar. Faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan target pasar di antaranya ukuran pasar, besar pertumbuhan pasar, keunggulan kompetitif dan situasi kompetitifnya. Produk yang akan dilepaskan tentunya juga harus sesuai dengan want, need, and demand dari target pasar tersebut (Santoso & Resdianto, 2007).

Positioning merupakan suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk, merk, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Untuk berhasil dalam masyarakat yang sudah jenuh dengan berbagai merk produk serta sudah demikian banyaknya aneka ragam periklanan, kita harus menciptakan posisi dalam pikiran atau benak konsumen. Positioning bukan bagaimana kita melakukan sesuatu terhadap produknya, tetapi lebih kepada bagaimana kita menempatkan diri produk kita atau merk produk kita dalam pikiran konsumen sehingga di benak konsumen akan tercipta sebuah pemikiran tersendiri tentang produk kita. Posisi di sini tidak hanya mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, melainkan juga para pesaingnya. Kita harus menjadi yang pertama masuk dalam benak pikiran konsumen (Chandra, 2008).
b. Merk (Brand)

The American Marketing Association mendefinisikan merk sebagai nama, istilah, simbol, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk memperkenalkan barang atau jasa dari satu penjual atau beberapa penjual dan untuk membedakannya dari produk kompetitornya (Kotler & Keller, 2006). Merk hebat adalah merk yang masih banyak dipilih oleh banyak orang (konsumen) dan konsumen tetap setia pada merk tersebut, walaupun mungkin ada pilihan lain lain yang lebih baik.

Brand awareness adalah ukuran kekuatan eksistensi kita di benak pelanggan. Brand awareness merupakan salah satu alasan konsumen untuk membeli suatu produk yang didasarkan hasil identifikasi atas suatu merk produk (Chandra, 2008). Brand awareness mencakup (Santoso & Resdianto, 2007):

i. Brand recognition, merk yang pernah diketahui pelanggan. Strategi pengenalan sebuah merk produk yang ditekankan pada pengenalan produk baru atau merk baru dalam pasar.
ii. Brand recall, merk yang pernah diingat pelanggan untuk suatu kategori produk tertentu. Strategi perusahaan sebuah produk yang berusaha mengingatkan dalam benak pikiran masyarakat bahwa merk produk tersebut masih beredar di masyarakat.
iii. Top of Mind, merk pertama yang disebut pelanggan sebagai salah satu kategori produk tertentu.
iv. Dominant brand, satu-satunya merk yang diingat pelanggan.
c. Marketing Mix

Marketing mix merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam target pasar. McCharty mengklasifikasikan seperangkat alat pemasaran ini menjadi empat grup yang dikenal dengan 4P: Product, price, place, and promotion (Kotler, 2000).
i. Product (barang/jasa)

Barang atau jasa yang ditawarkan pada pasar untuk dikonsumsi oleh konsumen. Komponen produk meliputi perencanaan, pengembangan, dan pengolahan produk untuk mengembangkan pemasaran produk tersebut. Perencanaan suatu produk yang harus di lakukan diantaranya mengenai bentuk, ukuran dan warna produk yang akan ditampilkan, serta pengemas yang akan digunakan. Pengembangan suatu produk berupa desain pengemas serta menentukan merk (brand) yang sesuai dengan citra produk tersebut. Pengolahan suatu produk berupa penggunaan dan pengerjaan barang yang menggunakan kualitas tertentu sesuai dengan permintaan pasar.Bentuk dan fungsi suatu produk mempengaruhi nilai beli sebuah produk (Chandra, 2008).

ii. Price (harga)

Harga menduduki tempat yang penting karena akan menentukan penerimaan perusahaan. Hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang paling tepat, dalam arti yang dapat memberikan keuntungan paling baik, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang. Harga produk sudah harus mencakup biaya produksi, distribusi, promosi dan laba perusahaan. Harga dapat mendukung citra sebuah produk untuk merebut hati para konsumennya. Penentuan harga murah, secara psikologis menentukan bahwa produk tersebut mudah untuk di dapatkan dimana saja dalam jumlah yang cukup besar. Penentuan harga mahal, secara psikologis mengesankan produk tersebut tidak mudah di cari, terbatas serta melahirkan citra eksklusif pada sebuah produk (Chandra, 2008).

iii. Place (tempat/distribusi)

Distribusi merupakan upaya agar produk yang ditawarkan berada pada tempat dan waktu yang tepat sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan biaya wajar.
Beberapa unsur yang perlu diperhatikan adalah:

1). Saluran distribusi;

2). Jangkauan distribusi;

3). Penyediaan barang;

4). Lokasi dan transportasi;

Sebagian besar produsen tidak langsung menjual produknya ke konsumen akan tetapi menggunakan perantara. Alasan yang melatar belakangi digunakannya perantara yaitu:
a).Banyak produsen kekurangan sumber daya finansial untuk menjalankan
pemasaran langsung
b).Dalam beberapa kasus pemasaran langsung memang tidak layak.
c). Produsen adakalanya sering mendapat pengembalian yang lebih besar atas produk yang dijual sendiri (Chandra, 2008).

iv. Promotion (promosi/penawaran)

Promosi merupakan salah satu variabel yang penting dalam pemasaran, yang merupakan suatu proses yang berlanjut. Promosi membantu pihak-pihak yang terlibat dalam pemasaran untuk memperbaiki hubungan antara pemasar dan konsumen. Selain teori “Marketing Mix” dikenal pula teori “Promotion Mix” yang di definisikan oleh Phillip Kotler yaitu, “Promosi merupakan informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dan pemasaran”. Promotion Mix itu sendiri terbagi menjadi 4(empat) kegiatan komponen yaitu:

1). Advertising (periklanan): Bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang maupun jasa yang dibayar oleh sponsor untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
2). Personal Selling (penjualan pribadi): bentuk presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli, untuk mempengaruhi sikap konsumen agar terjadi kegiatan penjualan.
3). Publicity (publikasi): Bentuk pendorong permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa maupun ide dengan menggunakan berita komersial di dalam media massa. Publikasi ini biasanya sponsor tidak dibebani sejumlah biaya tertentu secara langsung
4). Sales Promotion (promosi penjualan): kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan dan publikasi yang digunakan untuk mendorong pembelian oleh konsumen maupun untuk meng-efektifkan kegiatan para pengecer. Kegiatan-kegiatan ini dapat berupa peragaan, demonstrasi, pertunjukan dan lain sebagainya.

Robert Lauterborn menyatakan bahwa 4P terkait dengan 4C konsumen yang terdiri dari customer solution, customer cost, convenience, communication (Kotler, 2000).

B. PEMBAHASAN

Perusahaan umum Pegadaian merupakan satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam kitab undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150. Tugas pokoknya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. Masyarakat yang sedang memerlukan pinjaman ataupun mengalami kesulitan keuangan cenderung dimanfaatkan oleh lembaga keuangan seperti lintah darat dan pengijon untuk mendapatkan sewa dana atau dengan tingkat bunga yang sangat tinggi.

Salah satu produk Perum Pegadaian, dan juga merupakan usaha inti dari Perum Pegadaian adalah produk KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman). KCA merupakan kredit dengan sistem gadai, yang diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebtuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif.

a. Marketing Mix Kredit Gadai Cepat dan Aman (KCA) Perum Pegadaian

1. Produk (Product)

Produk KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman) adalah salah satu produk Perum Pegadaian, dan juga sebagai produk inti yang ditawarkan oleh Perum Pegadaian. KCA merupakan kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif.

Prosedur pengajuan KCA ini sangat sederhana, mudah dan cepat. Calon nasabah atau debitur dapat menagjukan permohonan KCA pada kantor-kantor cabang maupun unit-unit pelayanan cabang (UPC) di seluruh Indonesia.

Perum pegadaian menyediakan fasilitas Kredit gadai Cepat dan Aman (KCA) dengan plafon pinjaman mulai dari Rp 20.000,00 sampai dengan Rp 200 juta atau lebih dengan barang jaminan berupa barang bergerak seperti emas, berlian, mobil, motor, dan produk-produk elektronik.

Adapun jangka waktu pinjaman Kredit Gadai Cepat dan Aman maksimum 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang dengan cara membayar sewa modal saja atau mengangsur sebagian uang pinjaman. Pelunasan KCA dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan perhitungan sewa modal selama masa pinjaman (proporsional).

Adapun persyaratan untuk pengajuan Kredit Gadai Cepat dan Aman adalah sebgai berikut:
• Fotocopy KTP atau kartu identitas resmi lainnya (paspor)
• Menyerahkan barang jaminan
• Menandatangani Surat Bukti Kredit
Prosedur pemberian kredit sebagai berikut :
• Nasabah mengisi Formulir Permintaan Kredit
• Nasabah menyerahkan persyaratan kredit
• Petugas Perum Pegadaian memeriksa dan menguji persyaratan kredit, serta menilan agunannya
• Nasabah dan Petugas Perum Pegadaian menandatangani Surat Bukti Kredit
• Nasabah menerima uang pinjaman.
Perum Pegadaian menawarkan kepada para nasabahnya berbagai keunggulan yang dimiliki, antara lain:
• Aman dan terpercaya, karena Perum Pegadaian merupakan Badan Usaha Milik Negara.
• Prosedur yang sangat mudah, tanpa persyaratan yang berbelit.
• Proses cepat, tidak sampai 15 menit, kredit langsung cair.
• Sewa modal bersaing mulai 0.75% per 15 hari.
• Didukung staf berpengalaman dengan pelayanan ramah, cepat, dan santun.

2. Harga (Price)
Harga yang diterapkan pada produk KCA ini adalah berupa biaya administrasi yang dikenakan atas pinjaman yang diberikan kepada nasabah serta sewa modal atas pinjaman yang diberikan pada saat nasabah melakukan pelunasan. Adapun tarif biaya administrasi dan sewa modal yang berlaku saat ini dapat dilihat pada lampiran 1 dan bisa didownload di www.pegadaian.co.id

3. Distribusi (Place)
Jaringan distribusi Perum Pegadaian untuk memasarkan produk KCA ini sudah sangat luas dan menyebar di seluruh Indonesia yang terdiri dari kantor-kantor cabang dan Unit-unit Pelayanan Cabang. Sampai dengan bulan Juni 2009, Perum Pegdaian telah memiliki 3076 outlet di seluruh Indonesia, yang terdiri dari kantor-kantor cabang dan unit-unit pelayanan cabang (UPC). Dengan adanya outlet-otlet tersebut, akan memeberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan dana dari kredit gadai yang ditawarkan oleh Perum Pegadaian.

4. Promosi (Promotion)
Promosi yang dilakukan oleh Perum Pegadaian dalam memasarkan produknya, khususnya KCA adalah sebagai berikut:
1. Personal selling, Perum Pegadaian sebagai salah satu penyedia jasa keuangan berupa Kredit Gadai Cepat dan Aman, maka salah satu alat promosi yang penting adalah dengan personal selling.Pelayanan prima yang diberikan oleh segenap staff kepada para nasabah Perum Pegadaian merupakan salah satu perwujudan personal selling dalam memasarkan produk KCA . Dengan pelayanan prima ini, diharapkan nasabah memeperoleh kepuasan sehingga nantinya nasabah akan kembali lagi menggunakan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

2. Advertising (Iklan), saat ini, Perum Pegadaian telah mengiklankan produknya di stasiun-stasiun TV swasta di Indonesia, selain iklan di TV, Perum Pegadaian juga mengiklankan produknya di radio-radio lokal maupun nasional.

3.Penyebaran Brosur, untuk memberikan gambaran tentang produk yang ditawarkan, Perum Pegdaian mencetak brosur dan menyebarkannya kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berlokasi di sekitar kantor-kantor cabang maupun Unit Pelayanan Cabang (UPC).

4. Penyuluhan, penyuluhan ini biasanya dilakukan saat Perum Pegadaian mendapat undangan dari pihak-pihak lain, khususnya yang berhubungan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dimana Perusahaan diundang sebagai salah satu perusahaan penyedia dana untuk para pengusaha mikro kecil dan menengah. Penyuluhan ini sangat efektif dan mengena kepada masyarakat, yang khususnya adalah para pengusaha mikro.

b. Segmentation, Targeting, dan Positioning KCA Perum Pegadaian

Segmentaasi pasar yang dilakukan oleh Perum Pegadaian yaitu dengan cara memnagi pasar menjadi dua jenis yaitu segmen nasabah yang menggunakan dana untuk keperluan konsumtif dan segmen nasabah yang menggunakan dananya untuk keperluan produktif. Untuk produk KCA ini sendiri, ditujukan untuk kedua segmen pasar yang ada, selain KCA, untuk memuaskan segmen nasabah untuk keperluan produktif, Perum Pegadaian menawarkan berbagai macam produk yang cukup menarik seperti KRISTA (Kredit Industri Rumah Tangga) , KREASI (Kredit Angsuran sistem Fidusia), KRASIDA (Kredit Angsuran Sistem Gadai).

Dalam penentuan sasaran pasar (market targeting) untuk produk KCA ini, Perum Pegadaian menerapkan alternatif strategi Undifferentiated Marketing,dimana dengan strategi ini, perusahaan berusaha meninjau pasar secara keseluruhan, memusatkan pada kesamaan-kesamaan dalam kebutuhan konsumen, dan bukannya pada segmen pasar yang berbeda-beda dengan kebutuhan konsumen yang berbeda pula (Swastha dan Irawan 2005). Perusahaan mencoba untuk mengembangkan produk tunggal (KCA) yang dapat memenuhi keinginan semua atau banyak orang. Jadi, satu macam produk dipasarkan kepada semua orang, tidak hanya satu atau beberapa kelompok saja.

Perusahaan umum Pegadaian sebagai satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam kitab undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, telah memposisikan dirinya sebagai penyedia dana bagi masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. Dengan slogannya “mengatasi masalah tanpa masalah”, Perum Pegadaian telah melekat di benak masyarakat Indonesia. Tiap kali ada perbincangan tentang Pegadaian, maka yang diingat masyarakat adalah “mengatasi masalah tanpa masalah”.

C. KESIMPULAN
Produk KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman) adalah salah satu produk Perum Pegadaian, dan juga sebagai produk inti yang ditawarkan oleh Perum Pegadaian. KCA merupakan kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif.
Perum Pegadaian dengan slogannya “mengatasi masalah tanpa masalah” telah melekat di benak masyarakat Indonesia sebagai perusahaan penyedia dana bagi masyarakat atas dasar gadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
saya seorang karyawati di sebuah perusahaan BUMN di Indonesia, selain bekerja, saya juga masih aktif sebagai mahasiswi di salah satu unuversitas swasta di Depok.